Mahasiswa Ilmu Hadis STAIDA Bangkalan Bumikan Nilai-Nilai Hadis Lewat Program Asistensi Mengajar di Berbagai Sekolah Dasar

ADMIN Kamis, 2 Juli 2026 05:34 WIB
51x ditampilkan Headline Laporan Khusus Berita

 

 

 

Sebanyak puluhan mahasiswa Semester VI Program Studi Ilmu Hadis Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam (STAIDA) Bangkalan terjun langsung ke berbagai sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah di Kabupaten Bangkalan. Kegiatan yang berlangsung sepanjang Semester Genap Tahun Akademik 2025–2026 ini merupakan bentuk implementasi nyata dari mata kuliah Syarah Hadis. Melalui program ini, kajian teoretis hadis diintegrasikan langsung dengan praktik pendidikan untuk memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan dasar.

Ketua Program Studi Ilmu Hadis STAIDA, Fatichatus Sa'diyah, S.Th.I., M.Ag., menjelaskan bahwa program ini dirancang agar mahasiswa tidak sekadar menguasai teori, tetapi juga mampu mentransformasikan kandungan hadis menjadi materi pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami oleh anak usia dini. Menurutnya, mahasiswa Ilmu Hadis harus mampu membumikan hadis dalam kehidupan nyata dengan metode yang kreatif, menyenangkan, dan sesuai perkembangan anak. Selama program berlangsung, mahasiswa tidak hanya membantu guru dalam kegiatan belajar mengajar, tetapi juga dituntut menyusun media pembelajaran inovatif, melakukan observasi kondisi sekolah, hingga mengevaluasi efektivitas metode pembelajaran yang diterapkan.

Pelaksanaan program ini tersebar di belasan sekolah mitra dengan melibatkan kelompok mahasiswa yang mengusung tema hadis berbeda sesuai kebutuhan masing-masing sekolah. Di Madrasah Raudlatul Mubtadi'in Lerpak Dempol Geger, program ini dijalankan oleh Zeinal Arifin, Moch. Holilur Rohman, dan Birrul Walidaini. Sementara itu, Ali dan Ahmad Fauzan Al-Farisi bertugas di TPQ Pondok Pesantren Al-Hana Sukolilo Barat Labang. Untuk wilayah MI Darussalam Glugur Durin Barat, asistensi dilakukan oleh Kholik, Muzammil, dan Nasrulloh. Di SDI Miftahul Ulum Al-Jazuli Lerpak Tambes, amanah mengajar diberikan kepada Nur Hali dan Khoirulloh, sedangkan di SD Darussalam Konang dilaksanakan oleh Annisa, Istiqomah, dan A’yun.

 

Daftar sebaran mahasiswa berlanjut di sejumlah sekolah dasar negeri. Di SDN Katol Timur 01, tim pengajar terdiri dari Wiwik Halwiyah, Makrunatul Hasanah, dan Latifah. Selanjutnya, Masruroh, Kurbiyah, dan Nurul Millah bertugas di SDN Amparaan 02, berdampingan dengan kelompok lain di lokasi yang sama yang diisi oleh Riska Kamalia dan Nurul Hakiki. Untuk SDN Tlagah 03, kegiatan diampu oleh Amelia Aisy dan Inatul Mufida. Di wilayah Lerpak, SDN Lerpak 04 diisi oleh Sailatul Farhah, Muklihah, dan Vina Rahmatika, sementara SDN Lerpak 01 Geger digawangi oleh Abd. Latif dan Khoirul Anam, serta SDN Lerpak Rogang 01 dilaksanakan oleh Alifah dan Hikmah Izza. Terakhir, di MI Darussalam Kelbung Galis, program ini disukseskan oleh Fauzi dan Roul Khoiron Al-Bary.

Sepanjang pelaksanaan asistensi, para mahasiswa berhasil menelurkan berbagai inovasi pembelajaran berbasis hadis yang interaktif. Di SDI Miftahul Ulum Al-Jazuli, mahasiswa menerapkan kombinasi metode ceramah interaktif, diskusi, permainan edukatif, dan pendampingan individual yang terbukti meningkatkan keaktifan siswa. Di SDN Lerpak 01, pembelajaran berfokus pada tema hadis tentang saling menghormati antargenerasi melalui simulasi dan praktik langsung, sehingga siswa mulai menerapkannya dalam interaksi sehari-hari. Sementara itu, kreativitas unik terlihat di SDN Katol Timur 01, di mana mahasiswa memanfaatkan metode bernyanyi untuk membantu siswa kelas III menghafal hadis. Pendekatan tersebut terbukti membuat suasana belajar lebih menyenangkan sekaligus meningkatkan daya ingat siswa terhadap materi hadis.

Pendekatan modern juga diterapkan di SDN Lerpak Rogang 01 melalui pemanfaatan multimedia seperti video animasi dan lagu pembelajaran yang berhasil mendongkrak antusiasme belajar siswa dalam menyerap nilai akhlak. Di sisi lain, integrasi antara agama dan kesehatan diwujudkan di SDN Lerpak 04, di mana mahasiswa mengaitkan hadis tentang kebersihan dengan konsep Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui video edukasi dan praktik langsung.

Tidak ketinggalan, di MI Darussalam Kelbung, tema hadis tentang silaturahmi diangkat menjadi sarana pembentukan karakter. Pembelajaran dilakukan secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab sehingga siswa lebih mudah memahami pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama.

Program asistensi mengajar ini pada akhirnya memberikan dampak positif yang saling menguntungkan. Sekolah-sekolah mitra mendapatkan penyegaran metode pembelajaran, sementara mahasiswa STAIDA Bangkalan mendapatkan wadah terbaik untuk mengasah kompetensi mereka sebagai calon pendidik dan dai yang mampu mengomunikasikan ajaran Islam secara kontekstual. Melalui inisiatif ini, STAIDA Bangkalan kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul secara akademik sekaligus adaptif dan bermanfaat langsung di tengah masyarakat.