SEJARAH SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM DARUSSALAM BANGKALAN

ADMIN Selasa, 23 Juni 2026 10:18 WIB
30x ditampilkan

Sejarah berdirinya Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darussalam merupakan manifestasi dari semangat pengabdian terhadap agama dan negara. Lembaga ini lahir dari titik temu antara idealisme religius dan kebutuhan masyarakat, tuntutan profesionalisme zaman, dan ketaatan terhadap regulasi pendidikan di Indonesia.

Berdirinya STAI Darussalam berawal dari keprihatinan tokoh agama dan cendekiawan Muslim terhadap akses pendidikan tinggi yang integratif. Masyarakat membutuhkan lembaga yang tidak hanya mengajarkan ilmu ukhrawi (akhirat), tetapi juga mampu mencetak kader yang kompeten dalam mengelola persoalan kemasyarakatan, sehingga lahir keinginan kuat untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang terjangkau namun berkualitas.

STAI Darussalam bukan sekadar institusi pendidikan, melainkan sebuah proyek peradaban. Ia berdiri di atas fondasi niat tulus untuk mengabdi kepada masyarakat, visi untuk menaklukkan tantangan zaman dengan khas keilmuan islam yang kuat.

Pada masa awal gagasannya, terjadi kesenjangan yang mencolok antara lulusan madrasah/pesantren di daerah dengan akses menuju pendidikan tinggi. Banyak kader potensial di daerah yang terhenti langkahnya karena kendala jarak dan biaya jika harus menuju ibu kota provinsi atau kota besar. STAI Darussalam hadir sebagai jembatan emas yang memberikan kesempatan bagi putra-putri daerah di Indonesia untuk meraih gelar sarjana tanpa harus meninggalkan akar budayanya.

Pendirian STAI Darussalam juga didorong oleh fakta di lapangan bahwa instansi-instansi daerah dan pendamping masyarakat masih kekurangan tenaga ahli yang memahami karakteristik masyarakat setempat. Oleh sebab itu, dibutuhkan upaya serius untuk mengatasi kelangkaan guru pendidikan agama di sekolah/ madrasah, kebutuhan pendampingan bagi masyarakat terkait persoalan hukum keluarga, serta kaderisasi tokoh masyarakat dan agama.

Sebagaimana juga semangat Otonomi Daerah dan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, serta didukung dengan UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dan PP No. 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi, STAI Darussalam mengambil peran sebagai mitra pemerintah daerah dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Dengan adanya STAI Darussalam, taraf pendidikan rata-rata masyarakat daerah diharapkan meningkat secara signifikan, yang secara otomatis berdampak pada peningkatan martabat dan kesejahteraan sosial, serta keberhasilan dalam penguatan dan keberlangsungan idealisme religius.

Demikian landasan pendirian STAI Darussalam Bangkalan. Hadir dengan prinsip kesetaraan pendidikan dan kaderisasi berbasis tafaqquh fiddin. Sebuah prinsip yang memainkan peran penting dalam mendorong masyarakat yang lebih adil dan inklusif. Prinsip ini menekankan bahwa setiap individu, terlepas dari latar belakang atau keadaan mereka, harus memiliki akses yang sama terhadap pendidikan yang tidak hanya memberikan pengetahuan tetapi juga mendorong pengembangan pemikiran kritis dan nilai-nilai moral. Pendekatan ini melampaui pendidikan tradisional dengan mengintegrasikan pemahaman komprehensif tentang ajaran agama, yang membantu individu untuk menghadapi tantangan hidup dengan bijaksana dan profesional.